scenery

scenery

Jumat, 22 April 2011

Mengapa Wanita Mudah Menangis ?

*Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak". "Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak,... kamu memang tak akan pernah mengerti...." Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas? "Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.

Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan." Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?" Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,

>>>- Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

*Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, danmengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.

* Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa. Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

* Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

* Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan enjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?

* Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.

* Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkanperasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan".

>>'Dan Kami perintahkan kepada manusia(berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalamkeadaan lemah yang ber-tambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun." (Luqman : 14).

>>'Tiga orang tidak masuk Surga dan tidak dilihat Allah pada hari Kiamat; Orang yang durhaka kepada orang tuanya, wanita yang menyerupai laki-laki dan Laki2 yg menyerupai wanita. (HR. Ahmad).

>>'Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka". (Al-Isra': 23).

>>'Dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku kasihilah me-reka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". (Al-Isra': 24).

>>'Al-Bazzar meriwayatkan hadits dari Buraidah dari bapaknya bahwa ada seorang lelaki yang sedang thawaf ketika haji sambil menggendong ibunya, lalu dia bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: " Apakah dengan ini saya sudah sama / sdh menunaikan hak jasanya?" Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Belum! se-cuilpun belum.!!!.

'Wa'allahu a'lam bissawabb..

Minggu, 17 April 2011

Wanita ?



Setiap kali ku mendengar kata itu
Wanita
Terbesik sebuah kata dibelakangnya
indah
Apakah kamu termasuk indah??
ya
Jika keindahan itu diikuti perilakumu yang indah
Jika keindahan itu diikuti dengan akhlakmu yang indah
Jika keindahan itu diikuti dengan perkataanmu yang indah
Jika keindahan itu diikuti dengan kekuatan hatimu
Yang bisa membuat semua dunia menjadi indah
Membuat seisi negri menjadi kokoh
Membuat seisi rumah menjadi nyaman
Dan membuat dirimu menjadi penyejuk
Kamu tau siapakah wanita indah itu??
Wanita Solehah
yang menjaga kemurnian hatinya
yang berniat menutupi auratnya
yang slalu memancarkan kecantikan dari jiwanya
yang slalu memandang dunia dengan kelembutan
namun tegas untuk mendapatkan keindahan di akhirat
semua dilakukan karena
Allah swt

Bagaimana kondisi keimanan antum hari ini ?

Ikhwatul Iman Rahimakumullah.
Bagaimana kondisi keimanan antum semua hari ini? Ana berharap saat ini kondisi keimanan antum semua dalam keadaan puncak. Karena sering kali tanpa kita sadari ketika kita mendapatkan amanah yang berat biasanya kita lebih menitik beratkan untuk secepatnya dan seoptimalnya untuk menyelesaikan amanah tesebut. Dan sering kali karena kesibukan itulah yang akhirnya kita sering melupakan hal-hal yang bersifat ukhrowi meskipun hal itu sebenarnya sangat ringan ketika kita jalankan.
Akan tetapi realita yang ada adalah teman-teman aktivis dakwah lebih menyibukkan diri untuk mendahulukan amanah duniawi dan terlena terhadap amanah yang bersifat ukhrowi. Saat mengurusi sebuah kepanitiaan, sering kali kita meninggalkan tilawah Al-Qur’an yang biasanya kita lakukan setiap ba’da Sholat wajib meskipun hanya beberapa ayat, sholat sunnah qobla dan ba’da yang biasanya rutin kita lakukan akhirnya terpaksa kita tinggalkan, dan banyak sekali amalan-amalan lain yang sering kita tinggalkan ketika kita disibukkan dengan amanah duniawi. Kalo kita mau mencermati kembali, maka ketika kita dituntut untuk mobilisasi tinggi dengan segudang amanah yang kita tanggung maka sebenarnya kondisi itulah yang seharusnya kita lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan berharap dan berdo’a apa yang kita kerjakan diridhoi Allah SWT dan mendapatkan balasan amal baik atas-Nya.
Dengan cara menambah tilawah kita, menambah sholat sunnah kita, shaum sunnah kita dan amalan-amalan yang lain yang dapat memberatkan amalan timbangan kita di yaumul akhir nanti. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan kepada kita dan semoga dengan amanah yang berat ini kita tetap diberikan ke-Istiqomahan di jalan dakwah ini. Ikhwah fillah sesungguhnya perjuangan dakwah itu akan senantiasa pahit terasa karena surga yang Allah janjikan itu benar-benar manis.
Bahwasannya kesuksesan dakwah yang kita lakukan ini sangat berkaitan dengan:
Ø Niat yang ikhlas karena Allah ,
Ø Azzam yang kuat,
Ø Mujahadah seorang aktivis dalam menyua akan kebenaran,
Ø Iltizam kita terhadap Islam,
Ø Keistiqomahan kita di jalan Dakwah ini. Semoga Allah senantiasa memberikan kita petunjuk untuk tetap berjalan di jalan yang lurus ini.
Afwan kalo ada kata-kata yang salah semoga Allah membenarkan lisan yang senantiasa berucap salah ini.

Senin, 11 April 2011

Untukmu Ukhti..


Kebahagiaan tetaplah rahasia Ilahi, meskipun ‘sejuta manusia’ menggapai langit dan menggali bumi, demi kebahagiaan sejati.

Keyakinan terhadap takdir, menjunjung manusia ke arah ketabahan, kepasrahan dan keteduhan hati.
Keihlasan, bak mutiara terpendam, menyorotkan cahaya pasrah, menyambut keridhoan ilahi.
Peneladanan terhadapmu, wahai Nabiku, seringkali menggeser segala kesukaan kami terhadap segenap penghuni bumi. Itulah sebabnya, kehambaan kami bertahan hingga kini.
Saudari muslimah, berbahagialah dengan takdirmu, niscaya keabadian menghampirimu dengan segala keindahannya.

Saudari muslimah, berbahagialah dengan keislamanmu, niscaya surga dunia, juga surga akhirat, berkenan menyambutmu…

Wahai Ukhti….., pikirkanlah hal ini…..
Ukhti…Besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju ridho tuhanmu, bahkan bisa jadi kerudung besarmu hanya akan di jadikan sebagai identitasmu saja, supaya bisa mendapat gelar akhwat dan di kagumi oleh banyak ikhwan, jangan sampai ya ukhti……….

Ukhti…tertutupnya tubuhmu Tidak menjamin bisa menutupi aib saudaramu, keluargamu bahkan diri anti sendiri, coba perhatikan sekejap saja, apakah aib saudaramu, teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah tertutupi, bukankah kebiasaan buruk seorang perempuan selalu terulang dengan tanpa di sadari melalui ocehan-ocehan kecil sudah membekas semua aib keluargamu, aib sudaramu, bahkan aib teman dekatmu melalui lisan manis mu. jangan sampai ya ukhti……….

Ukhti…lembutnya suaramu mungkin selembut sutra bahkan lebih dari pada itu, tapi akankah kelembutan suara anti sama dengan lembutnya kasihmu pada sauadaramu, pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yang menginginkan kelembutan dan kasih sayangmu?

Ukhti…lembutnya Parasmu tak menjamin selembut hatimu, akankah hatimu selembut salju yang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika melihat penderitaan orang lain, akankah selembut itu hatimu ataukah sebaliknya hatimu sekeras batu yang ogah dan cuek melihat ketertindasan orang lain?

Ukhti…Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin dengan shalat malammu, mungkinkah malam-malammu di lewati dengan rasa rindu menuju tuhanmu dengan bangun di tengah malam dan di temani dengan butiran-butiran air mata yang jatuh ke tempat sujudmu serta lantunan tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setan terbirit-birit lari ketakutan, atau sebaliknya, malammu selalu di selimuti dengan tebalnya selimut setan dan di nina bobokan dengan mimpi-mimpi dunia bahkan lupa kapan bangun shalat subuh.

Ukhti…Cerdasnya dirimu tak menjamin bisa, mencerdaskan sesama saudaramu dan keluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunya seperti yang anti dapatkan, ataukah anti tidak peduli sama sekali akan kecerdasan temanmu, saudaramu bahkan keluargamu, sehingga membiarkannya begitu saja sampai mereka jatuh ke dalam lubang yang sangat mengerikan yaitu maksiat?

Ukhti…cantiknya wajahmu tidak menjamin kecantikan hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan diri anti sendiri, pernahkah anti menyadari bahwa kecantikan yang anti punya hanya tiitpan ketika muda, apakah sudah tujuh puluh tahun kedepan anti masih terlihat cantik?

Ukhti…tundukan pandanganmu yang jatuh ke bumi tidak menjamin sama dengan tundukan semangatmu untuk berani menundukan musuh-musuhmu, terlalu banyak musuh yang akan anti hadapi mulai dari musuh-musuh islam sampai musuh hawa nafsu pribadimu yang selalu haus dan lapar terhadap perbuatan jahatmu.

Ukhti…lirikan matamu yang menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hati saudaramu yang senang bermaksiat, coba anti perhatikan dunia sekelilingmu masih banyak teman, saudara bahkan keluarga anti sendiri belum merasakan manisnya islam dan iman. Mereka belum merasakan apa yang anti rasakan, bisa jadi salah satu dari kleuargamu masih gemar bermaksiat, sanggupkah anti menggetarkan hati-hati mereka supaya mereka bisa merasakan sama apa yang kamu rasakan yaitu betapa lezatnya hidup dalam kemulyaan islam?

Ukhti…tebalnya kerudungmu tidak menjamin setebal imanmu pada Sang Kholikmu, anti adalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengintai dari semua penjuru mulai dari depan belakang atas bawah semua setan mengintaimu, imanmu dalam bahaya, hatimu dalam ancaman, tidak akan lama lagi imanmu akan terobrak abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidak betul-betul di jaga olehmu, banyak cara yang harus anti lakukan mulai dari diri sendiri, dari yang paling kecil dan seharusnya di lakukan sejak dari sekarang, kapan lagi coba….

Ukhti…Putihnya kulitmu tidak menjamin seputih hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan keluargamu sendiri, masihkah hatimu terpelihara dari berbagai penyakit yang merugikan seperti riya dan ujub? Pernahkah anti membanggakan diri ketika kesuksesan dakwah telah di raih dan merasa diri paling wah, merasa diri paling aktif, bahkan merasa diri paling cerdas di tas rata-rasat akhwat yang lain, sekeras itukah haitmu, lalu di manakah beningnya hatimu, dan putihnya cintamu??

Ukhti…rajinnya ngajimu tidak menjamin serajin infakmu ke mesjid atau mushola, sadarkah anti kalo kotak-kotak nongkrong di masjid masih terliat kosong dan menghawatirkan? Tidakkah anti memikirkan infaq sedikit saja, bahkan kalaupun infaq, kenapa uang yang paling kecil dan paling lusuh yang anti masukan, maukah anti di beri rizki sepelit itu?

Ukhti…rutinnya ta’limmu tidak menjamin serutin puasa sunah senin kamis yang anti laksanakan , kejujuran hati tidak bisa di bohongi, kadang semangat fisik begitu bergelora untuk di laksanakan, tapi semangat ruhani tanpa di sadari turun drastis, puasa yaummul bidh pun terlupakan apalagi puasa senin kamis yang di rasakan terlalu sering dalam seminggu, separah itukah hati anti? Makanan fisik yang anti pikirkan dan ternyata ruhiyah pun butuh stok makanan, kita tidak pernah memikirkan bagaimana akibatnya kalau ruhiyah kurang gizi.



Ukhti…manisnya senyummu tak menjamin semanis rasa kasihmu terhadap sesamamu, kadang sikap ketusmu terlalu banyak mengecewakan orang sepanjang jalan yang anti lewati, sikap ramahmu pada orang anti temui sangat jarang terlihat, bahkan selalu dan selalu terlihat cuex dan menyebalkan, kalau itu kenyataanya bagaiamana orang lain akan simpati terhadap dakwah kita., ingat!!! Dakwah tidak memerlukan anti tapi… antilah yang memerlukan dakwah, kita semua memerlukan dakwah!!!

Ukhti…rajinnya shalat malammu tidak menjamin keistiqomahan seperti Rasulullah sebagai panutanmu,

Ukhti…ramahnya sikapmu tidak menjamin seramah sikapmu terhadap Sang Kholikmu. Masihkah anti senang bermanjaan dengan tuhanmu dengan shalat duhamu, shalat malammu?

Ukhti…dirimu bagaikan kuntum bunga yang mulai merekah dan mewangi, akankah nama harummu di sia-siakan begitu saja dan atau sanggupkah anti ketika sang ikhwan akan segara menghampirimu?

Ukhti…masih ingatkah anti terhadap pepatah yang masih teringiang sampai saat ini bahwa akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik, jadi siap-siaplah sang ikhwan akan menjemputmu di pelaminan hijaumu!

Ukhti…Baik buruk parasmu bukanlah satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam Surga Rabbmu. maka, tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek, tapi berbanggalah ketika iman dan taqwamu sudah betul-betul terasa dan terbukti dalam hidup sehari-harimu.

Ukhti…muhasabah yang anti lakukan masihkah terlihat rutin dengan menghitung-hitung kejelekan sikap anti yang di lakukan siang hari, atau bahkan kata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu, sungguh lupa dan sirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus di lakukan sebelum tidur, anti tidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah, kenapa muhasabah tidak di jadikan sebagai moment untuk perbaikan diri? Bukankah akhwat yang baik hanya akan mendapatkan ikhwan yang baik?

Ukhti…pernahkah anti bercita-cita ingin mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah yang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan pasti? Bukankah apa yang anti pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu ingin mencari istri yang solehah? Kenapa tidak dari sekarang anti mempersiapkan diri menjadi seorang yang solehah???

Ukhti…apakah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan hinggap dalam diri anti, seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama nonton tv yang tidak karuan dan hanya akan mengeraskan hati sampai lupa waktu? Lupa Bantu 0rang tua, kapan akan menjadi anak yang birrul walidain? Kalau memang itu terjadi jadi sampai kapan, mulai kapan anti akan mendapat gelar akhwat solehah???

Ukhti… hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi pusat perhatian semua orang, sanggupkah anti menjaga izzah yang anti punya, atau sebaliknya anti bersikap acuh tak acuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akan merusak citra akhwat yang lain? Kadang orang lain akan mempunyai persepsi di sama ratakan antara akhwat yang satu dengan akhwat yang lain, jadi kalo anti sendiri membuat kekeliruan dalam akhlak maka akan merusak citra akhwat yang lain!

Ukhti…dirimu menjadi dambaan semua orang, karena yakinlah preman sekalipun, bahkan brandal sekalipun tidak menginginkan istri yang akhlaknya bobrok tapi semua orang menginginkan istri yang solehah, siapkah anti sekarang menjadi istri solehah yang selalu di damba-dambakan oleh semua orang.

SEMANGAT UKHTI... !!!

Minggu, 10 April 2011

Presma IPB : SBY kita anugerahi Bapak Pembangunan Gedung DPR

Dramaga - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai patut dianugerahi gelar ´Bapak Pembangunan Gedung DPR´ terkait keberhasilan politisi dalam menggolkan proyek gedung baru DPR. Anugerah ini akan disampaikan pada 1 Mei nanti, bertepatan dengan hari buruh Internasional

"Pemberian penghargaan itu akan dilakukan pada 1 Mei mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh sedunia (May Day) di depan Istana Negara yang juga dihadiri Ratusan ribu massa Mahasiswa dan Buruh," kata
 Reza Presiden Mahasiswa IPB 2011

Menurut Reza, pemberian penghargaan itu, sebagai bentuk sindiran terhadap SBY karena imbauan yang pernah disampaikan soal pembangunan gedung baru DPR itu hanya menunjukkan pentas dagelan belaka.

"Sindiran SBY itu hanya berpura-pura saja. Sebab, kenyataannya para pengikut setianya yang ada DPR malah menyetujui proyek pembangunan gedung baru itu sehingga bossnya (Presiden SBY) sangat layak untuk dianugerahi gelar Bapak Pembangunan Gedung DPR," papar dia.

Rencana proyek gedung baru DPR itu, kata Reza, hanya akan membebani APBN. Pasalnya, selain biaya pembangunan yang menguras keuangan negara, operasionalisasi dan perawatan gedung parlemen juga akan membengkak.

Pembangunan gedung baru DPR RI terus menuai kecaman publik. Proyek tersebut merupakan fakta baru bahwa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terbukti tidak pro rakyat.

"Ini loh, selama SBY jadi Presiden berhasil membangun gedung DPR yang paling megah 1.8 TRILIUN yang dibangun selama SBY memerintah. Walaupun rakyatnya banyak yang hidup di kolong-kolong jembatan serta hidup dibelit kemiskinan," kata Reza Presma IPB 2011

Menurut Reza, sandiwara politik yang sukses dimainkan oleh SBY selaku sutradara, tercermin dari disepakatinya proyek pembangunan gedung baru DPR pada rapat paripurna pekan lalu.

Padahal, lanjut dia, sehari sebelum disetujuinya kelanjutan proyek pembangunan gedung baru itu, Presiden SBY telah meminta agar ada peninjauan ulang setiap pembangunan gedung pemerintahan yang dianggap hanya pemborosan anggaran. Bahkan jika perlu pemborosan anggaran itu bisa dibatalkan.

Reza menambahkan SBY juga sempat mengatakan, APBN 2011 memang sudah menganggarkan pembangunan gedung di sejumlah instansi pemerintahan. Namun, lanjut dia, SBY menginstruksikan agar rencana pembangunan gedung yang tidak memenuhi ketentuan bisa ditunda dulu.

"Pembangunan gedung baru DPR itu juga menjadi bukti kebohongan baru pemerintahan SBY kepada rakyat. Pemerintahannya yang katanya pro rakyat, ternyata hanya berpihak pada segelintir rakyat yang berkantor di Gedung DPR yang saat ini masih dalam kondisi sangat bagus," tandas dia.

HIDUP RAKYAT INDONESIA !!!

Sudah Lelahkah Kawan Atas Perjuangan Dakwah Ini ?



Sudah lelah kah kau kawan atas perjuangan dakwah ini??
Hhmm mungkin jadwal syuro yang padat itu membuatmu lemah??
Atau tak pernah punya waktu istirahat di akhir pekan yang kau gusarkan??
Atau pusingnya fikiranmu mempersiapkan acara2 bertemakan dakwah yang membuatmu ingin terpejam?? Atau panasnya aspal jalanan saat kau aksi yang ingin membuatmu “rehat sejenak”???
atau sulitnya mencari orang yang ingin kau ajak ke jalan ini yang kau risaukan??
Atau karena seringnya juniormu meminta infak2mu yang membuatmu ingin menjauh??

Dakwah kita hari ini hanya sebatas ‘itu’ saja kawan..
bukan ingin melemahkan tapi izinkan saya showing kali ini….
Taukahkau Umar bin Abdul Azis?? Tubuhnya hancur dalam rangka 2 tahun masa memimpinnya. ..2 tahun kawan, Cuma 2 tahun memimpin tubuhnya yang perkasa bisa rontok..kemudian sakit lalu syahid…
sulit membayangkan sekeras apa sang khalifah bekerja…tapi salah satu pencapainya adalah..
saat itu umat kebingungan siapa yang harus di beri zakat…
tak ada lagi orang miskin yang layak di beri infak…

Apakah kau lelah berdakwah kawan…
saat baru kau rasa ternyata selain indah dakwah itu banyak konsekuensinya. ..
Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu.
Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu.
Berjalan, duduk, dan tidurmu.

Tapi syekh Mustafa masyhur mengatakan “jalan dakwah ini adalah jalan yang panjang tapi adalah jalan yang paling aman untuk mencapai RidhoNya” ya kawan, jalan ini yang akan menuntun kita kepada RidhoNya…saat Allah ridho..maka apalagi yang kita risaukan??
Saat Allah ridho…semunya akan jauh lebih indah…karena Syurga akan mudah kita rasa..

Rasulallah begitu berat dakwahnya..harus bertentangan dengan banyak keluarga yang menentangnya. .mushab bin umair harus rela meninggalkan ibunya..
Salman harus rela meninggalkanseluruh yang dia kumpulkan di mekkah untuk hijrah…
Asma binti Abu Bakar rela menaiki tebing yang terjal dalam kondisi hamil untuk mengantarkan makanan kepada ayahnya dan Rasulallah,
hanzholah segera menyambut seruan jihad saat bermalam pertama dengan istrinya,
Kaab bin malik menolak dengan tegas suaka raja ghassan saat ia dikucilkan…

Billal, Ammar, keluarga yasir..mereka kenyang dengan siksaan dari para kafir,
Abu Dzar habis di pukuli karena meneriakkan kalimat tauhid di pasar,
Ali mampu berlari 400 KM guna berhijrah di gurun hanya sendirian,
Usman rela menginfakkan 1000 unta penuh makanan untuk perang tabuk,
Abu Bakar hanya meninggalkan Allah dan Rasul Nya untuk keluarganya…
Umar nekat berhijrah secara terang terangan,
Huzaifah berani mengambil tantangan untuk menjadi intel di kandang musuh,

Thalhah siap menjadi pagar hidup Rasul di uhud, hingga 70 tombak mengenai tubuhnya,
Zubair bin Awwan adalah hawarii nya rasul,
Khansa merelakan anak2nya yang masih kecil untuk berjihad,
Nusaibah yang walopun dia wanita tapi tak takut turun ke medan peran,
Khadijah sang cintanya rasul siap memberikan seluruh harta dan jiwanya untuk islam, siap menenangkan sang suami dikala susah..benar2 istri shalihah ^_^

Atau mari kita bicara tentang Musa…mulutnya gagap tapi dakwahnya tak pernah pudar…ummatnya seburuk buruknya ummat, tapi proses menyeru tak pernah berhenti…
atau Nuh, 900 tahun menyeru hanya mendapat pengikut beberapa orang saja..bahkan anaknya tak mengimaninya…
Ibrahim yang dibakar namrud,
Syu’aib yang menderita sakit berkepanjangan tapi tetap menyeru…
Ismail yang rela di sembelih ayahnya karena ini perintah Allah…

Atau izinkan saya bicara tentang Hasal Al Banna yang di bunuh oleh Negara nya sendiri karena dakwahnya..tak boleh ada yang mendekati jazadnya atau penjara tempatnya…hanya di kuburkan oleh ayahnya dan saudara2nya,
atau Sayyid Qutbh yang berakhir di tiang gantungan..
atau Ahmad Yassin yang dengan lumpuhnya tapi dapat membangkitkan semangat jihad para pemuda palestina,
atau fathi farhat di usia mudanya menjadi pejuang tangguh hamas..

Sekarang beranikah kita masih menyombongkan diri dengan dakwah yang kita lakukan…
mengatakan lelah padahal belum banyak melakukan apa apa…
bahkan terkadang…kita datang kepada dakwah dengan keterpaksaan, berat hati kita, terkadang menolak amanah, atau memilih amanah yang mudah2…

Kawan…dakwah kita hari ini hanya sebatas “itu2” saja..
bukan untuk melemahkan…tapi menguatkan karena ternyata yang kita lakukan belum apa apa….
Hamasah never Die….Don’t Give Up kawan!!!!

SEMANGAT !!!

Jumat, 18 Maret 2011

kakak bolehkah berpacaran ?

Mungkin ada diantara kita selaku kakak yang tidak mampu bersikap tegas dalam menyampaikan ajaran Islam, terutama yang berhubungan dengan psikoseksual remaja. Kita ‘malu’ menyampaikan kebenaran, padahal itu adalah kewajiban kita untuk menyampaikannya dan hak mereka untuk mengetahuinya. ‘kakak, bolehkah berpacaran?’ mungkin salah satu pertanyaan yang lambat laun akan menyergap kita. Salah satu jawaban yang cerdas, memuaskan dan tepat, mungkin dapat kita simak dari artikel di bawah ini. Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk memberikan yang terbaik kepada adik-adik kita, yaitu pendidikan yang baik dan adab yang mulia.

Seorang kakak, bila ia mempunyai adik yang beranjak remaja, lambat atau cepat ia akan disergap oleh pertanyaan seperti ini: ‘kakak, bolehkah berpacaran?’-
Pengertian ‘berpacaran’ menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bercintaan, berkasih-kasihan. Sebagai kakak yang baik, kita sudah seharusnya sejak jauh hari berusaha menyiapkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tak terduga seperti itu. Namun seringkali kita tidak siap dengan jawaban ketika pertanyaan tadi terlontar dari mulut adik kita.

Seorang kakak mempunyai posisi strategis. kakak TIDAK SAJA MENJADI SAUDARA BAGI ADIKNYA, SEORANG KAKAK JUGA SEHARUSNYA BISA MENJADI TEMAN BAGI ADIK-ADIKNYA, MENJADI NARASUMBER DAN GURU BAGI ADIK-ADIKNYA.

‘Barangsiapa yang mengabaikan pendidikan, maka ia telah berbuat jahat secara terang-terangan …’ Ibnu Qayyim.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap kamu akan dimintai pertangungjawaban terhadap apa yang kamu pimpin..” (HR Muslim).

Ada sebuah contoh yang datangnya dari keluarga Kang udin. Ketika Iwan adik kandungnya bertanya soal berpacaran, kang udin yang memang sudah sejak lama mempersiapkan diri, dengan santai memberikan jawaban seperti ini: ‘Boleh dik, sejauh berpacaran yang dimaksud adalah sebagaimana yang terjadi antara Ayah dan Bunda’ kang udin menjelaskan kepada Iwan, bahwa berpacaran adalah menjalin tali kasih, menjalin kasih sayang, dengan lawan jenis, untuk saling kenal-mengenal, untuk sama-sama memahami kebesaran Allah di balik tumbuhnya rasa kasih dan sayang itu. Oleh karena itu, berpacaran adalah ibadah. Dan SEBAGAI IBADAH, BERPACARAN HARUSLAH DILAKUKAN SESUAI DENGAN KETENTUAN ALLAH, YAITU DI DALAM LEMBAGA PERKAWINAN.
-
Di dalam sebuah Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang perempuan, melainkan si perempuan itu bersama mahramnya.’ ‘Di luar ketentuan tadi, maka yang sesungguhnya terjadi adalah perbuatan mendekati zina, suatu perbuatan keji dan terkutuk yang diharamkan ajaran Islam (Qs. 17:32). Allah SWT telah mengharamkan zina dan hal-hal yang bertendensi ke arah itu, termasuk berupa kata-kata (yang merangsang), berupa perbuatan-perbuatan tertentu (seperti membelai dan sebagainya).’ Demikian penjelasan kang udin kepada Iwan adik kandungnya.

“DI DALAM LEMBAGA PERKAWINAN, ADIK BISA BERPACARAN DENGAN BEBAS DAN TENANG, BISA SALING MEMBELAI DAN MENGASIHI, BAHKAN LEBIH JAUH DARI ITU, YANG SEMULA HARAM MENJADI HALAL SETELAH MENIKAH, YANG SEMULA DIHARAMKAN TIBA-TIBA MENJADI HAK BAGI SUAMI ATAU ISTRI YANG APABILA DITUNAIKAN DENGAN IKHLAS KEPADA ALLAH AKAN MENDATANGKAN PAHALA.” Demikian penjelasan kang udin kepada Iwan.

“Namun jangan lupa,” sambung kang udin “ISLAM MENGAJARKAN DUA HAL YAITU MEMENUHI HAK DAN KEWAJIBAN SECARA SEIMBANG. DI DALAM LEMBAGA PERKAWINAN, KITA TIDAK SAJA BISA MENDAPATKAN HAK-HAK KITA SEBAGAI SUAMI ATAU ISTERI, NAMUN JUGA DITUNTUT UNTUK MEMENUHI KEWAJIBAN, MENAFKAHI DENGAN LAYAK, MEMBERI TEMPAT BERNAUNG YANG LAYAK, DAN YANG TERPENTING ADALAH MEMBERI PENDIDIKAN YANG LAYAK BAGI ANAK-ANAK KELAK …”

“Nah, apabila adik sudah merasa mampu memenuhi kedua hal tadi, yaitu hak dan kewajiban yang seimbang, maka segeralah susun sebuah rencana berpacaran yang baik di dalam sebuah lembaga perkawinan yang dicontohkan Rasulullah…” Demikian imbuh kang udin

Seringkali kita sebagai kakak tidak mampu bersikap tegas di dalam menyampaikan ajaran Islam, terutama yang sangat berhubungan dengan perkembangan psikoseksual remaja. Seringkali kita ‘malu’ menyampaikan kebenaran yang merupakan kewajiban kita untuk menyampaikannya.

Sebagai adik, seorang Iwan memang harus mempunyai tempat yang cukup layak untuk menumpahkan aneka pertanyaannya. Sebagai lelaki muda, yang ia butuhkan adalah sosok kakak yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaannya dengan cerdas, memuaskan, dan tepat. Seorang kakak yang mampu menjawab pertanyaan bukan dengan marah-marah.

Berapa banyak remaja seperti Iwan diantara kita yang tidak punya tempat bertanya yang cukup layak? Bagi seorang Iwan, sebagaimana dia melihat kenyataan yang terjadi di depan matanya, berpacaran adalah memadu kasih diantara dua jenis kelamin yang berbeda, sebuah ajang penjajaan, saling kenal diantara dua jenis kelamin berbeda, antara remaja putra dengan remaja putri, yang belum tentu bermuara ke dalam lembaga perkawinan. Hampir tak ada seorang pun remaja seperti Iwan yang mau menyadari, bahwa perilaku seperti itu adalah upaya-upaya mendekati zina, bahkan zina itu sendiri! Celakanya, hanya sedikit saja diantara kakak yang mau bersikap tegas terhadap perilaku seperti ini.

Bahkan, seringkali sebagian dari kakak kita justru merasa malu jika adiknya yang sudah menginjak usia remaja belum juga punya pacar. Sebaliknya, begitu banyak kakak yang merasa bangga jika mengetahui adiknya sudah punya pacar. ‘Berapa banyak kejahatan yang telah kita buat secara terang-terangan …?’
Di sebuah stasiun televisi swasta, ada program yang dirancang untuk mempertemukan dua remaja berlawanan jenis untuk kelak menjadi pacar.

Di stasiun teve lainnya ada sebuah program berpacaran (dalam artian perbuatan mendekati zina) yang justru diasosiasikan dengan heroisme, antara lain dengan menyebut para pelakunya (para pemburu pacar) sebagai “pejuang.” Dan bahkan para “pejuang” ini mendapat hadiah berupa uang tunai yang menggiurkan anak-anak remaja. Perilaku para “pejuang” ini disaksikan oleh banyak remaja, sehingga menjadi contoh bagi mereka.

Makna pejuang telah bergeser jauh dari tempatnya semula. Seseorang yang melakukan perbuatan mendekati zina disebut “pejuang.” Hampir tidak pernah kita mendengar ada seorang pelajar yang berprestasi disebut pejuang. Jarang kita dengar seorang atlet berprestasi disebut pejuang.

Rabu, 16 Maret 2011

aku mencintainya namun...

Di suatu kajian, dengan tema jelajah hati…
Sebuah kajian yang panjang, bermakna dan ‘mengena’…
Sebuah kajian bagaimana menjaga hati, menjaga cinta dalam dada ini hanya untukNya…
Masih teringat jelas dalam benakku ketika ustad tersebut berkata

“jika ada yang hatinya mulai tergoda oleh hal selainNya, maka jujurlah pada hati, namun lakukan apa yang berkebalikan dengan hawa nafsu… Misalnya, suatu saat kita melihat baju yang sangat bagus dan sangat ingin untuk membeli.. jujurlah pada hati bahwa kita sangat menyukai baju itu, jika perlu beli, namun berikan baju yang sangat kita senangi itu untuk orang lain… untuk masalah cinta, ketika hati tergoda tuk mencintai selainNya apalagi lawan jenis, jujurlah pada hati, dan berdoalah ‘ya Allah..aku mencintainya namun jangan jadikan ia sebagai jodohku…”

Kira2 begitu intinya, meski ga saklek seperti itu…
Sontak mendengar kalimat terakhir para hadirin yang datang tertawa… namun aku, justru bertanya-tanya. Ketika cinta itu datang, meskipun bukan untuk memiliki, mengapa justru kita seperti itu? Bukankah sangat baik jika doa itu menjadi ‘jagalah hati ini dari cinta terhadapnya sampai rasa cinta ini halal bagi kami’… Begitu batinku dulu…dulu…

Namun aku mengerti sekarang..sangat mengerti mengapa doa itu yang disarankan oleh sang ustad (meskipun mungkin doa ini ga saklek juga)… aku sangat mengerti sekarang…
Mengapa?

Karena di suatu kajian lain, aku mengambil suatu hikmah, yakni suatu keluarga yang ingin menjadi sebuah keluarga yang sakinah, mawadah wa rahmah, itu bukan hal yang mudah… keluarga yang ingin dibangun seperti itu memang harus didasarkan pada suatu kesucian… kesucian masing-masing pasangan baik secara hati dan fisik, dan yg paling penting kesucian PROSES itu sendiri…

Keluarga yang sebersih itu juga harus diawali dengan proses yang bersih sebagaimana hal yang baik harus diawali dengan hal yang baik pula… bagaimana keluarga itu akan menjadi keluarga yg suci jika dalam proses saja tidak bersih?

Dalam proses harusnya tak ada pelanggaran-pelanggaran syar’i… sebagaimana tak ada berpacaran sebelum menikah.. sebagaimana tak ada bergoncengan dan bersentuhan selama itu belum halal.. sebagaimana tak ada perkenalan lebih mendalam selama proses ta’aruf belum dimulai secara resmi.. Sebagaimana itu pula kesucian hati itu harusnya terjaga sebelum itu semua juga akan menjadi halal..tak ada cinta selain padaNya dan tak ada cinta tuk lawan jenis kecuali cinta itu halal.. Ya, ‘baik’ dalam proses untuk mencapai ‘kebaikan’ pada akhirnya…

Tuk mencapai rumah tangga yang diberkahi yang di dalamnya harapannya akan lahir para mujahid dan mujahiddah tuk menjalankan estafet dakwah ini, terlalu suci tuk dinodai dengan proses yang tidak baik…

Tuk membangun rumah tangga yang slalu dalam naungan cintaNya yang harapannya akan lahir para hafidz dan hafidzah tuk mewarnai ummat ini, terlalu suci tuk dinodai dengan proses yang kotor..

Baik dalam proses…
Sebenarnya mungkin hanya itu yang ingin disampaikan sang ustadz dalam doa itu… doa yang berharap ketika ada getaran yang tak seharusnya ada tuk seseorang, maka tidak sepantasnya berharap seseorang tersebut tuk menjadi jodoh kita kelak… semua ini hanya demi BAIK dalam PROSES agar PREOSES ini mengantarkan pada KEBERKAHAN yang sesungguhnya.. Sebuah keluarya yang di dalamnya akan lahir para mujahid-mujahiddah dan hafidz-hafidzah tuk mewarnai dunia ini.. mewarnai dengan warna warni pelangi cinta di dunia dan akhirat…

Wallahu’alam..

Pesan Kebangkitan Untuk Putra-Putri Ummat Yang Terluka

Saudara-saudara kaum Muslimin yang budiman.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Besar harapan kami anda akan sudi menyisihkan beberapa saat dari waktu anda yang sangat berharga untuk menyimak ungkapan-ungkapan yang cukup memprihatinkan ini yang akan kami tutup dengan kabar gembira, berupa harapan dan ajakan untuk menyongsong masa gemilang kita bersama-sama.
Izinkanlah kami mengungkapkan sedikit dari kondisi keterpurukan ummat dewasa ini dengan harapan bisa menggugah jiwa-jiwa kita semua untuk segera memperbaiki realita masyarakat kita.
Tanpa mengurangi sedikitpun nilai-nilai kemulyaan yang ada di negeri tercinta ini, kita mengakui bahwa keterpurukan ruhani di negeri kita sudah sangat mengerikan dan sudah banyak berpotensi mengundang azab dari Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Bahkan azab-azab itu memang sudah berdatangan bertubi-tubi bagaikan gelombang lautan yang terus menerus bergantian menghempas pantai.
Banyak sekali perbuatan-perbuatan kesyirikan yang dilakukan oleh sebagian besar ummat kita dewasa ini. Dari yang dianggap remeh sampai yang jelas-jelas berbentuk kesyirikan-kesyirikan nyata. Pertunjukan-pertunjukan kesyirikan berupa tontonan sihir sampai pada tayangan-tayangan kesyirikan yang sangat tragis, memenuhi acara-acara televisi kita. Ritual-ritual palsu yang berasal dari karangan-karangan manusia sudah demikian banyaknya diamalkan sebagai bentuk peribadatan. Pameran aurat-aurat wanita sudah menjadi bagian terpenting dari program-program hiburan bangsa. Tarian-tarian dan goyangan-goyangan porno aksi menjadi dambaan tua dan muda.
Para penantang Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dari anak-anak kaum Muslimin pun tambah menjamur di universitas-universitas kita. Ada yang berani menulis ”daerah bebas Tuhan” ada pula yang berani menginjak-injak lafadz nama Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, ada pula yang berani mendakwahkan bahwa al-Qur’an adalah budaya manusia.
Kelompok-kelompok sesat menjamur dengan pesat. Ada yang mengaku sebagai Nabi perempuan dan anaknya adalah ”titisan” Jibril p atau Nabi Isa Alaihi Salam, ada pula yang membatalkan kewajiban solat atau membolehkan solat dengan bahasa Indonesia dan lain-lainnya.
Pergaulan bebas muda-mudi yang telah melewati batas direstui oleh banyak orang-orang tua mereka sendiri. Korupsi, narkoba dan miras hampir-hampir menjadi budaya bangsa. Semua itu merupakan pembangkangan terhadap perintah-perintah dan larangan-larangan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dan semua itu berpotensi mengundang kemurkaan Nya dan azab Nya..! dan azab-azab itu pun telah berdatangan..!
Banyak sekali musibah-musibah berupa bencana-bencana alam yang saling susul menyusul di antara rentang waktu antara proklamasi kemerdekaan sampai pemberontakan-pemberontakan yang banyak menelan harta dan jiwa yang tak terhitung banyaknya sampai krisis moneter di penghujung abad ke-20 lalu.
 Bencana-bencana yang tambah cepat jarak waktu dari satu bencana ke bencana lainnya terus berdesakan sejak kita memasuki abad ke-21 ini. Di antaranya Tsunami yang menelan lebih dari dua ratus ribu jiwa dan memporak-porandakkan habis-habisan sebagian dari negeri ini.
Goyangan-goyangan gempa yang mematikan dan letusan gunung-gunung merapi yang membakar anak-anak bangsa hidup-hidup serta melenyapkan harta benda milik mereka yang masih tersisa hidup.
Banjir yang bukan hanya menghancurkan banyak dari infrastruktur negeri ini, akan tetapi juga menjadikan para korban yang masih hidup terpaksa menyandang profesi baru sebagai pengemis karena kehilangan harta milik mereka, terjadi di setiap waktu dan kota.
Lalu... Lapindo... ya Rawa Lapindo yang sangat aneh! Tidak bisa dicerna oleh akal secara jelas! Menelan korban harta yang tak terhitung banyaknya, terus merayap entah bagaimana jadinya.
Semua ini adalah akibat perbuatan kita sendiri!
Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: 
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

"Telah muncul kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Alloh menimpakan  mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)". (QS. al-Qur'an-Rum [30]: 41)

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
"Seluruh musibah yang menimpa kalian maka adalah disebabkan oleh perbuatan tangan-tangan kalian sendiri, dan Alloh memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan kalian). (QS. as-Syuro [42]: 30)

Semua bencana-bencana dan keterpurukan-keterpurukan itu akan terus berlangsung sampai kita semua terbinasakan, bila kita tidak bangkit!
Kita semua harus bangkit bersama-sama! Kita harus mewujudkan kebangkitan total! Bukan kebangkitan yang hanya berorientasi kepada keduniaan.
Kebangkitan sejati adalah kebangkitan ruhani yang kuat dan menyeluruh, yaitu terwujudnya di masyarakat kita ini dominasi penitian Sirotulmustaqim, penitian jejak-jejak Rasululloh Salallahu Alaihi Wasalam dan para sahabatnya.
Kebangkitan ini terwujud dengan lenyapnya keterpurukan ruhani yang tadi kita sebutkan.
Jalan utama untuk melenyapkan keterpurukan ruhani adalah pencerahan jiwa-jiwa dengan dakwah yang benar.
Jiwa-jiwa yang tercerahkan dengan dakwah yang benar akan bangkit dan bergerak meninggalkan semua elemen-elemen keterpurukan tadi serta akan menggantikannya dengan penitian Sirotulmustaqim secara kaffah di seluruh lapangan kehidupan.
Tujuan utama melenyapkan keterpurukan ruhani adalah meraih kebahagiaan surga dan keselamatan dari neraka. Sekalipun demikian, terwujudnya kebangkitan ruhani pun pasti akan menghasilkan kecemerlangan dunia.
Banyak sekali ayat-ayat al qur’an yang menjanjikan kecemerlangan dunia, ketika kebangkitan ruhani terwujudkan. Diantaranya firman Alloh Subhanahu Wa Ta’ala:
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

”Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan mereka”. (QS. al-A’rof [7]: 96)

Kita harus segera memulai suatu gerakan kebangkitan mengikuti jejak para Rasul, para pembangkit yang mulia.
Gelombang pengutusan para Rasul, pada hakikatnya adalah gelombang gerakan-gerakan kebangkitan. Setiap terjadi keterpurukan pada ummat manusia, Alloh Subhanahu Wa Ta’ala pun mengirim rasul-rasul Nya. Mereka adalah hamba-hamba yang mulia yang berjuang demi kebangkitan ummat manusia agar selamat dan bahagia di dunia dan akhirat. Dalam perjuangan itu mayoritas jalan yang ditempuh adalah jalan dakwah. Hal itu bisa kita lihat di kisah-kisah para Nabi dan Rasul di dalam Al Qur’an. Hal ini tidak berarti mereka tidak berjihad fisik, yaitu berperang fisabilillah seperti yang kita amati pada sirah Rasulullah ` yang penuh dengan peperangan-peperangan fisabilillah demi menyelamatkan ummat manusia dari keterpurukan. Akan tetapi semua itu terjadi pada masa ”pasca negara” yaitu setelah negara Islam di Madinah berdiri kokoh. Adapun pada masa ”pra negara” (yaitu masa harakah atau masa pergerakan), jihad fisik tidak dilakukan, bahkan tidak diperbolehkan. Pada masa harakah itu Rasulullah ` melakukan dakwah yang terorganisir, sestematis dan berstrategi sampai berhasil menghimpun pengikut yang cukup untuk berdirinya negara Islam dan untuk mempertahankannya. Setelah itulah, ketika tak ada jalan lain untuk operasi penyelamatan manusia selain perang, peperangan pun dilakukan.
Berdasarkan itu semua, pada zaman ini dan pada kondisi Indonesia kini, jalan yang benar untuk mewujudkan kebangkitan total adalah jalan dakwah.
Akan tetapi tidak semua jalan dakwah adalah jalan kebangkitan. Jalan dakwah kebangkitan adalah:
-         Dakwah yang berasaskan dan menyeru kepada manhaj yang murni, manhaj Rasulullah ` dan para sahabatnya.
-         Dakwah yang terorganisir, menghimpun anggota sebanyak-banyaknya dan memberi peluang kepada semua anggota untuk berpartisipasi dalam usaha-usaha kebangkitan. Jadi bukan dakwah sendiri-sendiri.
-         Dakwah yang berbentuk pergerakan yang terus meluas, mencakup seluruh sisi-sisi pemikiran kebangkitan dan bukan dakwah-dakwah yang hanya terbatas pada halaqoh-halaqoh ilmiyyah saja.
-         Dakwah yang berinteraksi dengan masyarakat bukan dakwah yang tertutup dan mengisolasi diri dari masyarakat.
-         Dakwah yang mengasihi kaum muslimin bukan dakwah yang memusuhi mereka.
Adapun jalan kekerasan yang kacau dan hanya menebar kekacauan, kerusakan dan ketakutan, bukanlah jalan kebangkitan yang benar, walaupun diklaim sebagai suatu jihad. Seorang muslim harus beriman kepada syariat jihad dan mendukungnya. Tapi hal itu untuk jihad yang benar dan bukan untuk jihad yang salah.
Sedangkan jalan parlemen demokrasi, walaupun banyak manfaat darinya, akan tetapi diyakini tidak bisa diharapkan mewujudkan kebangkitan untuk ummat ini. Keyakinan ini didasarkan banyak hal, diantaranya:
1.      Dakwah adalah syarat mutlak untuk pencerahan jiwa yang menjadi dasar utama dari kebangkitan. Ketika jalan demokrasi ditempuh, maka para dai akan berubah profesi menjadi pemulung suara.
2.      Kebangkitan memerlukan pengorbanan dan pengawalan terhadap kemurnian manhaj. Tanpa kemurnian tak mungkin terwujud kebangkitan. Demi untuk mendapatkan suara sebanyak-banyaknya, maka para peniti jalur gelanggang parlementer harus pandai-pandai berbasa-basi sekalipun dengan para penoda kemurnian dan harus kuat-kuat menutup mulut terhadap pelanggaran-pelanggaran Sirotulmustaqim selama undang-undang tidak menganggap hal tersebut sebagai suatu pelanggaran. Dengan demikian pengawalan terhadap kemurnian tidak bisa dilakukan, bahkan mereka harus siap melanggar kemurnian itu sendiri bila di perlukan demi kemajuan partai di jalur kekuasaan.
3.      Dakwah yang dilakukan oleh para peniti jalur parlementer pun harus ”sebijak mungkin” jangan sampai ada perkataan atau perbuatan yang merugikan partai dalam merebut simpati masyarakat, apapun pengorbanannya, termasuk menyembunyikan atau bahkan membantah sebuah ajaran dari ajaran-ajaran Islam.
Tetapi jalur demokrasi memang diakui sangat menggiurkan dan menjanjikan seperti halnya fatamorgana pun cukup royal dalam memberi janji.
Hanya saja perlu dicatat, sekali pun strategi dakwah lah satu-satunya strategi yang benar dan jitu untuk mewujudkan kebangkitan serta strategi parlementer tidak bisa mewujudkan suatu kebangkitan, tapi kita tidak mendiskreditkan atau mengurangi persaudaraan kita dengan para peyakin strategi parlementer. Mereka adalah saudara-saudara kita se-Islam yang sedang berjuang dengan strategi yang mereka yakini.

Saudara-saudara kaum muslimin yang kami hormati dimanapun anda berada...

Dengan risalah ini, kami saudara-saudara anda di Harakah Sunniyyah untuk Masyarakat Islami (HASMI), menghimbau anda semua untuk ikut bergabung dengan kami, sebagai bentuk partisipasi dan perjuangan anda dalam mewujudkan kebangkitan ummat tercinta ini..
Mewujudkan kebangkitan total, Yaa... itulah tujuan kami. Kebangkitan yang bermahkotakan berdirinya ”masyarakat Islami”. Masyarakat yang dinaungi dan dituntun oleh norma-norma Islam, satu-satunya agama Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Masyarakat yang secara kolektif dan orang perorangan, bertekad untuk bersungguh-sungguh dalam meniti sorotulmustaqim. Masyarakat yang didominasi oleh istiqomah, kejujuran, kebersihan ruhani dan saling kasih mengasihi.
Mari bergabung bersama kami untuk mencapai tujuan ini dengan strategi para nabi dan rasul yaitu strategi dakwah. Mendakwahi saudara-saudara kita untuk bersama-sama beristiqomah. Bekerja dengan tenang melalui usaha-usaha sederhana, tentram dan terorganisir.

Jangan anda berkecil hati untuk ikut berpartisipasi di dalam menuju tujuan yang sangat besar dan agung ini. Kami tidak mensyaratkan apapun untuk andamenjadi anggota selain keislaman anda dan tekad anda untuk berpartisipasi sebatas kemampuan anda. Hanya sebatas tekaddan hanya itu. Mengapa itu sudah cukup? Karena strategi utama pencapaian tujuan pada HASMI adalah terbentuknya jaringan orang-orang yang bertekad untuk meniti sirotulmustaqim! Benar-benar hanya itu! Karena jaringan seperti ini yang sangat luas dan terpupuk secara Islami terus menerus akan mampu mewarnai masyarakat dengan warna penitian Sirotul mustaqim, untuk kemudian mengkristalkan detil penitian itu secara bertahap dan selangkah demi selangkah, sampai terbentuk masyarakat yang Islami sebelum musuh-musuh Islam terbangun dari tidurnya.
Lalu... apa yang di minta dari anda ketika anda menjadi anggota? Kami tidak akan meminta harta anda. Sekali lagi... kami tidak akan meminta harta anda. Kalau sewaktu-waktu kami menawarkan kesempatan untuk menabung di akhirat melalui sebuah program infaq pun, kamitak akan mengurangi penghargaan terhadap anda ketika anda tidak mampu atau belum siap menginfaqkan harta anda. Hubungan kita sama sekali tidak didasarkan atas harta.
Kami akan berusaha membantu anda sebatas kemampuan untuk lebih memperjelas rambu-rambu Siratulmustaqim di diri anda dan membantu dalam menitinya dengan cara kebersamaan kita. Anda akan diberi tahu kegiatan-kegiatan kita , tapi bila anda tidak punya waktu atau ada halangan untuk mengikutinya, anda bisa memilih tidak ikut tanpa harus mengajukan alasan ketidak ikutan anda.
Kemudian... apa yang anda dapatkan dengan keanggotaan anda? Menurut hemat kami, besar sekali.
Yang terbesar adalah semoga anda tercatat di sisi Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  sebagai pejuang Islam” walaupun hanya dengan partisipasi seadanya. Karena sisi terberat suatu amal di dalam Islam adalah sisi keikhlasan niat dan tekad.

Yang kedua... semoga Alloh Subhanahu Wa Ta’ala mengkaruniakan anda kebangkitan jiwa yang besar dalam meniti siroatulmustaqim dan memudahkan penitian itu.

Yang ketiga... manfaat perjuangan ini akan anda rasakan dalam bentuk penambahan keimanan anda dan juga akan di rasakan manfaatnya oleh anak keturunan anda.
Yang kami ajak untuk menjadi anggota adalah Semua anda... laki-laki dan wanita, berpendidikan dan tidak berpendidikan, berilmu agama atau tidak berilmu, siswa-siswi SLTA dan para akademisi, pedagang dan buruh, pekerja atau penganggur, tua dan muda, kaya dan miskin. Kebahagiaan untuk semua ummat kita..!